Perbanyakan Tanaman Dengan Okulasi (Budding)

8 01 2009

Perbanyakan Tanaman Dengan Okulasi (Budding)
Okulasi berasal dari bahasa Belanda oculatie yang artinya menempel. Sebelum melakukan okulasi, siapkan perlengkapan berupa pisau sayat, silet, atau pisau cutter, dan pita plastik atau tali rafia untuk mengikat bidang okulasi. Siapkan juga calon batang bawah dan batang atasnya. Calon batang bawah harus dipilih yang kondisinya sehat, pertumbuhannya baik, cukup umur, batang utamanya telah berwarna kecoklatan serta mulai berkayu. Sementara itu, entres berupa mata tunas untuk calon batang atas diambil dari induk yang sehat; kualitas buahnya baik, serta dipilih dari cabang atau ranting yang masih muda, tidak terserang hama atau penyakit, dan berwarna hijau kelabu atau kecoklatan.
Berikut ini langkah-langkah melakukan okulasi:
• Kerat kulit kayu batang bawah menggunakan pisau sayat, silet atau pisau cutter sampai membentuk huruf “U” terbalik. Panjang keratan 2-3 cm dan lebarnya 1-1,5 cm atau maksimum sekitar 1/3 x lingkar batang dengan posisi keratan sekitar 20 cm dari pangkal batang, jangan mengerat terlalu dalam karena dapat merusak jaringan kayunya. Kupas kulit kayu di bidang keratan sehingga menyerupai lidah yang menjulur
• Potong lidah sayatan, sisakan sedikit di batang
• Sayat bagian mata tunas dari cabang entres sampai ke lapisan kayu dengan bentuk seperti perisai. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak mata tunas.
• Angkat bidang sayatan lalu bersihkan lapisan kayu yang masih menempel
• Tempelkan mata tunas ke bidang keratan diantaranya lidah kulit kayu dan jaringan kayu batang bawah. Posisi mata tunas harus mengarah ke atas dan tidak tertutup oleh lidah
• Ikat bidang tempelan dengan tali rafia atau pita plastik. Pengikatan dimulai dari arah bawah ke atas., tetapi mata tunas jangan sampai ikut terikat
• Rebahkan bagian pucuk batang atas dengan cara memotong batang pokok sampai separuh tebal batang dengan jarak 5-7 cm dari lokasi penempelan. Tujuannya memercepat pertumbuhan mata tunas
• Satu bulan kemudian, pucuk batang atas yang direbahkan dipangkas agar tunas dapat tumbuh dengan baik. Setelah itu, luka bekas pangkasan ditutup dengan penutup luka seperti parafin, aspal, atau pasta fungisida. Letakkan bibit okulasi di tempat yang teduh dan terhindari dari sinar matahari langsung. Lakukan penyiraman secara rutin setiap hari. Setelah 3-4 minggu lakukan pengamatan mata tunas. Jika mata tunas tetap hijau segar dan tetap melekat pada batang pokok berarti penempelan berhasil dan ikatan dapat dibuka.
Sumber :
Redaksi Agromedia. 2007. Kunci Sukses Memperbanyak Tanaman. Agromedia Pustaka. Jakarta. Cet. Ke-3 2008.
[]

About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: