Pembuangan dan Pemusnahan Pestisida

31 12 2008

Secara pasti hingga saat ini belum ditemukan cara-cara pembuangan dan pemusnahan pestisida yang dapat memenuhi standar kualitas lingkungan secara sempurna. Baik di negara maju ataupun di negara yang masih berkembang, masalah pembuangan dan pemusnahan pestisida dan kontainernya cukup rumit dan serius. Namun demikian para ahli kesehatan lingkungan tidak pernah berhenti mencari metode-metode yang lebih baik dan aman. Aman bagi manusia maupun lingkungan hidupnya. Dari sekian banyak cara-cara pemusnahan pestisida yang telah dilakukan terdapat 4 cara yang paling baik dipergunakan yaitu:

Dekomposisi Thermal
Pembuangan dan pemusnahan pestisida secara dekomposisi thermal biasanya dilakukan dengan cara membakar sisa-sisa dan kontainer pestisida. Untuk memperoleh hasil pembakaran yang sempurna diperlukan panas yang tinggi. Incinerator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan suhu 9000C-10000C.
Pembakaran dengan suhu tinggi dan waktu yang lama, dapat mengurangi pencemaran udara oleh kontaminan partikel debu pestisida dan juga menghasilkan tingkat pembakaran lebih dari 90%. Walaupun demikian sebaiknya instalasi pembakaran (Incenerator), saringan karbon, ataupun dengan “Porous Clay Bed”. Pestisida yang mengandung bahan-bahan aktif air raksa, arsen timah hitam atau senyawa-senyawa analognya, tidak boleh dibakar kalau memang belum tersedia sarana khusus untuk membuang abunya.

Netralisasi dengan bahan kimia (Chemical Neutralization)
Cara ini hanya dapat dpergunakan untuk jenis pestisida spesifik saja terutama yang termasuk ke dalam golongan Organophospat dan Carbamat. Bagi golongan Chlorinated Hydrocarbon, cara ini tidak dianjurkan.

Beberapa jenis pestisida dari golongan Organophospat dan Carbamat dapat dinetralisir dengan asam nitrit atau asam sulfur. Kemudian sebagian lagi dapat dinetralisir dengan menggunakan Hidrocarbon; sebagian lagi dapat dipergunakan dengan menggunakan basa Natrium Hidroksida maupun Amonium Hidroksida. Selain itu ada juga yang dapat dinetralisir dengan senyawa Chlorine, Peroksida ataupun senyawa kimia aktif lainnya.

Dalam hal ini, Kalsium Hipoklorit paling banyak dipergunakan untuk menetralisir racun Organophospat dan Carbamat, sedangkan senyawa yang bersifat asam atau alkaline Hidrolisa kuat biasanya tidak mendapatkan hasil yang sempurna.

Penguburan dalam tanah (Landfill)
Cara ini pada dasarnya dipergunakan kalau memang belum diperoleh cara lain yang lebih tepat. Untuk suatu jumlah sisa-sisa pestisida yang sedikit, maka penguburan dangkal sedalam 50-70 cm masih diperlukan bila tanahnya liat. Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam rangka pelaksanaan pembuangan atau pemusnahan sisa-sisa pestisida dengan cara dikubur adalah sebagai berikut:
Lokasi lubang pembuangan/pemusnahan harus ditempatkan pada tanah yang bila musim hujan tinggi permukaan air tanahnya tidak lebih dari 3,25 meter di bawah permukaan tanah.
Jenis tanah yang baik adalah tanah liat. Tanah pasir akan memperbesar pencemaran badan air karena resiko perembesannya sangat besar
Jika Jarak lokasi lubang pembuangan/pemusnahan pestisida dalam partai besar; terhadap sumber air penduduk, aliran air dan rawa-rawa diperhitungkan tidak kurang 3 mil
Khusus golongan Chlorinated Hydrocarbon, termasuk pestisida Natrium Pentachlorofenol, mempunyai waktu paruh berkisar 3 tahun. Perjalanan polutan kimia racun dapat mencapai aliran air tanah dalam waktu 3 tahun sejauh 3-5 mil (1 mil = 1.61 km)
Jarak lokasi pembuangan/pemusnahan pestisida partai besar dengan lingkungan pemukiman penduduk, tempat rekreasi anak-anak, lapangan olahraga maupun tempat pengembalaan ternak terdekat tidak kurang dari 3,000 ft (1ft = 0,3048 meter)
Jangan menempatkan lubang pembuangan/pemusnahan pestisida pada tanah yang dipersiapkan untuk pertanian rakyat, perluasan kota dan pemukiman, tempat-tempat umum dan lain-lain.
Di sekeliling tempat pemusnahan harus didirikan pagar dengan radius 3 meter dengan lubang pembuangan/pemusnahan sebagai titik pusat lingkungan pagar. Pagar terbuat dari bahan yang kuat dan tidak mudah patah.
Demi keamanan dan keselamatan, maka perlu dipasang tanda-tanda peringatan/pelarangan antara lain:
Papan peringatan yang memuat tanggal, jumlah, nama dan bahan aktif pestisida yang dibuang/dimusnahkan
Tanda larangan dengan gambar tengkorak bertuliskan “AWAS RACUN” dan kata-kata “DILARANG MASUK”
Papan peringatan tersebut dibuat dengan bahan yang tahan lama dan kuat, dengan ukuran 40 x 60 cm. Tulisan dan gambar pada butir 2 harus dengan warna merah diatas warna dasar putih.
Pelaksanaan pembuangan/pemusnahan pestisida harus dilakukan oleh petugas yang berwenang dan ditunjuk oleh Badan Pemerintah di bidang kesehatan lingkungan. Teknis pemusnahan harus sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan.

Degredasi Biologis
Yang dimaksud dengan pemusnahan pestisida secara degredasi alamiah dan biologis adalah pemusnahan yang berlangsung dengan proses detoksifikasi di dalam tanah oleh adanya reaksi biokimia. Beberapa jenis pestisida dapat dipecahkan senyawanya dengan baik terutama pestisida-pestisida yang tidak terlalu persisten di dalam tanah. Dalam hal ini tingkat persistensinya pun berbeda-beda tergantung pada :
Reaktifitas pestisidanya
Kelarutan air tanah
Kerentanan (Suscepbility) dalam reaksi biokimia

Dari keempat cara pembuangan/pemusnahan pestisida diatas, tidak berarti bahwa kita tidak mungkin mempergunakan cara-cara pemusnahan kombinasi. Pemilihan alternatif pemusnahan masih diperlukan sesuai dengan kondisi setempat serta peraturan-peraturan yang berlaku di negara kita. Studi kelayakan (feasibility study) tentang kemungkinan penerapan salah satu atau kombinasi cara-cara pemusnahan, mutlak diperlukan peranannya. Perencanaan dan penyelenggaraan yang baik dalam pemusnahan pestisida dapat menjamin resiko pencemaran lingkungan sekecil mungkin.

[181]


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: