Cara Efektif Mengendalikan Hama dan Penyakit Dalam Green House

3 01 2009

Keberadaan Hama dan Penyakit ternyata tidak hanya menyerang pada lahan terbuka saja. Dalam kondisi serba tertutup seperti halnya green house pun mereka masih bisa masuk dan merusak tanaman. Bagaimana cara yang efektif mencegah dan mengendalikannya? berikut adalah sedikit ulasan mengenai pengendalian OPT dalam green house.



Dewasa ini konsumen telah menuntut kualitas produk yang akan dikonsumsi benar-benar prima, baik dari segi ukuran, warna, rasa, aroma dan juga kemulusan penampilan luarnya. Untuk mencapai ketentuan kualitas tersebut, orang mengembangkan penanaman buah, sayur-sayuran dan tanaman hias di dalam green house yang lebih terkontrol lingkungannya.

Salah satu tantangan yang dihadapi ialah masalah hama dan penyakit dimana apabila tidak terkontrol akan mempengaruhi nilai estetika produk. Oleh karena itu perlu dikembangkan program pengendalian hama penyakit secara menyeluruh dan terpadu. Prinsip program tersebut adalah menjaga agar pengendalian hama masih berada pada level yang aman dimana pemakaian pestisida berkurang dan dampak lingkungan menjadi minimal.

Adapun langkah-langkah yang perlu diambil antara lain :

1. Pengendalian Gulma Di Dalam dan Di Luar Green House

Gulma menjadi tempat persembunyian hama dan juga menjadi alternatif bagi OPT. Hama dapat masuk dan terbang ke dalam green house dan mulai menyerang tanaman dari dalam. Serangga juga dapat masuk lewat udara atau pakaian pekerja dan orang yang keluar masuk green house. Pembersihan gulma di dalam maupun sekitar green house sangat penting untuk menekan perkembangan hama yang dapat menyerang tanaman. Tujuan pembersihan gulma ini selain untuk mengurangi tanaman pengganggu yang akan menjadi pesaing tanaman utama, juga gulma tersebut merupakan inang alternatif dan tempat persembunyian hama penyakit. Saat ini telah cukup banyak herbisida yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk memberantas gulma dan telah banyak tersedia di toko pertanian. Namun demikian, perlu hati-hati dalam memilih dan menggunakan herbisida. Memperhatikan cara pemakaian dengan benar sangat dianjurkan.

2. Sanitasi

Sanitasi dilakukan selama penanaman maupun pembersihan dan sterilisasi bekas tanaman terdahulu. Langkah terbaik dalam pengendalian hama ialah mencegah serangan hama sedini mungkin. Jadi waktu pencegahan terbaik adalah sebelum tanam. Sterilisasi mesin, peralatan tanam dan pengairan serta bahan bahan pembantu (lanjaran & tali) sangat diperlukan. Bagian tanaman (buah dan bunga) yang jatuh atau tidak layak jual segera dikeluarkan dari green house karena dapat menjadi inang hama penyakit yang pada akhirnya dapat menular pada tanaman lain apabila tidak dibersihkan. Kemudian jangan membiarkan terjadinya genangan air di dekat green house, karena kelembaban yang diakibatkan adanya genangan air tersebut akan memberikan kondisi yang mendukung perkembangan penyakit yang menyerang tanaman.

3. Memasukkan Tanaman

Hama dapat menular ke dalam green house melalui tanaman yang dibawa masuk ke dalam green house. Oleh karena itu bahan tanam (semaian,stek) harus diperiksa secara cermat apakah terkandung hama atau penyakit sebelum tanaman tersebut dimasukkan. Apabila ditemukan hama dan penyakit, maka sebaiknya tanaman tersebut diisolasi terlebih dahulu untuk kemudian dibersihkan dengan pestisida. Bila memungkinkan dan diperlukan, tanaman tersebut dapat ditolak.

4. Kasa Serangga

Kasa serangga bermanfaat untuk mencegah masuknya serangga lewat lubang ventilasi. Kasa dapat membantu pencegahan serangan penyakit virus yang dibawa oleh thrips. Hendaknya perlu dipertimbangkan saat memilih ukuran lubang (mesh) kasa. Dimana penggunaan kasa yang halus dan seragam sangat baik untuk mencegah masuknya serangga.

Kasa umumnya akan mudah kotor sehingga harus dijaga kebersihannya agar sirkulasi udara yang diperlukan tidak terganggu. Pekerja bisa dilatih untuk selalu menutup pintu green house setelah keluar masuk. Bingkai pintu perlu diperiksa agar tidak ada lubang/bocor yang memungkinkan hama masuk ke dalam green house. Untuk perangkap semut, dapat digunakan lem serangga.

5. Pemantauan Hama dan Penyakit

Masuknya hama dan penyakit ke dalam green house mungkin tidak dapat dicegah 100 persen, namun jika dapat dideteksi lebih awal maka tidak sampai diperlukan aplikasi pestisida secara drastis bila terjadi serangan yang sangat parah. Pada dasarnya serangga akan mencari tempat persembunyian yang terlindung. Oleh karena itu pemantauan/pengamatan perlu dilakukan secara cermat dan teliti.Pengamatan tanaman tidak hanya melihat bagian atas daun tetapi juga bagian bawah daun. Waktu pengamatan harus rutin misalnya 2 – 3 kali seminggu dan gejala yang timbul dicatat.

Dari catatan tersebut dapat diketahui tipe hama dan penyakit yang ada, populasi, dan tahap perkembangan hama sehingga dapat menentukan pengendalian yang harus diambil. Penggunaan pestisida dapat dilakukan berdasarkan :

  1. Pestisida biologi, sesuaikan dengan jenis hama yang menyerang
  2. Pestisida yang selektif apabila atau penyakit yang menyerang jenis tanaman tertentu.
  3. Formulasi pestisida yang sesuai : misalnya untuk hama yang masuk ke dalam bunga kurang cocok bila digunakan penyemprotan, namun lebih efektif bila berbentuk kabut sehingga lebih mudah masuk ke dalam bunga.
  4. Pestisida sistemik atau kontak disesuaikan dengan tahap perkembangan hama. Pada fase dewasa, kutu putih mungkin sulit dikendalikan dngean pestisida kontak karena memiliki lapisan luar yang dapat melindungi dari semprotan langsung. Pestisida sistemik akan lebih efektif karena larva yang baru menetas dan makan daun akan mati karena bahan aktif yang ada dalam tanaman akan meracuni hama tersebut.

6. Perubahan Kondisi Lingkungan

Umumnya penyakit tanaman membutuhkan kondisi lingkungan yang sangat lembab atau adanya air pada permukaan daun. Pada saat dijumpai kondisi demikian dengan gejala perkembangan penyakit tertentu, kondisi tersebut dapat “dirubah” sedemikian rupa sehingga menjadi berbeda dan perkembangan penyakit menjadi lebih terkendali.

Perlu diketahui bahwa serangga juga memerlukan kondisi khusus agar bisa berkembang lebih cepat. Sejenis tungau menghendaki suhu 30°C dengan kelembaban udara yang rendah untuk berkembang dengan cepat. Penyemprotan air bersih pada tanaman dan sistem pendinginan (cooling) sangat efektif menekan investasi tungau.

7. Pemberantasan Hama dan Penyakit

Penggunaan pestisida sintetik membutuhkan kecermatan baik mengenai pilihan pestisida yang aman dan petunjuk pemakaiannya. Hasil pemantauan rutin dapat digunakan sebagai petunjuk untuk menentukan jenis hama dan penyakit yang menyerang, juga menentukan pestisida yang sesuai sasaran dan tidak telhambat penyemprotan dengan dosis dan waktu yang tepat sehingga pengendalian hama dan penyakit berhasil secara optimal.

Tips Aplikasi Pestisida di dalam Green House

Ruang yang lebih sempit dalam green house dapat menjadi kendala tersendiri saat melakukan aplikasi pestisida, sehingga kontak langsung antara pelaku dengan tanaman sebisa mungkin harus dihindarkan. Untuk itu ada beberapa hal yang dapat dilakukan diantaranya :

  • Pilihlah bahan aktif kimia yang tidak terlalu keras.
  • Gunakankanlah masker penutup muka (bila perlu menggunakan masker yang dilengkapi dengan penyairng udara) dan pakaian tahan air.
  • Bila konsentrasi yang digunakan melebihi 1 % dari udara di dalam meskipun pestisida tersebut masih rendah tingkat racunnya,
  • Janganlah memasuki area greenhouse setelah melakukan penyemprotan. Tunggulah hingga 8 jam agar udara dalam green house kembali normal. Bila memang diharuskan memasukinya, gunakanlah masker penutup muka yang dilengkapi filter penyaring udara.
  • Hindarilah segala bentuk kontak langsung dengan tanaman maupun benda lain yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Hal ini disebabkan kondisi dalam green house lebih tertutup dibandingkan aplikasi di lahan terbuka.

(Ir. Nasib WW., Sumber : Green House Operation and Management – Paul V. Nelson)




Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: