Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif : Rundukan

8 01 2009

Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif : Rundukan

PENGANTAR

Perbanyakan secara vegetatif dilakukan menggunakan bagian-bagian tanaman seperti cabang, ranting, pucuk, daun, umbi dan akar. Prinsipnya adalah merangsang tunas adventif yang ada di bagian-bagian tersebut agar berkembang menjadi tanaman sempurna yang memiliki akar, batang dan daun sekaligus. Perbanyakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan cara cangkok, rundukan, stek dan kultur jaringan.

Keunggulan perbanyakan ini adalah menghasilkan tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan pohon induknya. Selain itu, tanaman yang berasal dari perbanyakan secara vegetatif lebih cepat berbunga dan berbuah. Sementara itu, kelemahannya adalah membutuhkan pohon induk dalam jumlah besar sehingga membutuhkan banyak biaya. Kelemahan lain, tidak dapat menghasilkan bibit secara massal jika cara perbanyakan yang digunakan cangkok atau rundukan. Untuk menghasilkan bibit secara massal sebaiknya dilakukan dengan stek. Namun tidak semua tanaman dapat diperbanyak dengan cara stek dan tingkat keberhasilannya sangat kecil. Terlebih jika dilakukan oleh para hobiis atau penangkar pemula.

PERBANYAKAN TANAMAN DENGAN RUNDUKAN

Rundukan sering disebut cangkok tanah atau cangkok runduk karena dilakukan dengan merundukkan cabang pohon induk sampai menyentuh tanah, lalu menutupnya dengan media. Pada dasarnya, cara rundukan sama dengan mencangkok, yaitu membungkus bagian tanaman dengan media untuk menumbuhkan akar. Namun, cara rundukan tidak memerlukan pembungkus. Perbanyakan ini memiliki tingkat keberhasilan sampai 100%, karena cabang yang diperbanyak tetap mendapatkan asupan makanan dari pohon induknya.

Tanaman yang biasa diperbanyak dengan rundukan adalah tanaman yang bercabang panjang dan lentur seperti murbai, stroberi, apel, mawar dan azalea. Selain itu, juga tanaman menjalar dan merambat seperti labu kuning dan labu air. Secara alami, tanaman-tanaman tersebut dapat melakukan perbanyakan sendiri saat bagian tanamannya terkulai menyentuh tanah. Lama-kelamaan dari bagian tersebut akan tumbuh akar dan tunas. Jika dipotong dan ditanam lagi dapat tumbuh menjadi tanaman baru yang produktif.

Ada beberapa tipe perbanyakan dengan cara rundukan:

1. Tehnik Tip Layerage

Tehnik Tip Layerage dilakukan dengan menanam ke dalam tanah seluruh bagian ujung cabang tanaman. Tehnik ini biasa dilakukan oleh pekebun di luar negeri untuk memperbanyak tanaman stroberi dan murbai. Caranya, buat lubang sedalam 2-3 cm dibawah cabang yang dirundukkan. Kemudian cabang ditarik ke bawah sampai bagian ujungnya menjangkau dasar lubang, lalu tutup dengan tanah. Boasanya dalam waktu 2-3 bulan tumbuh akar di sekitar ujung cabang dan tunas baru muncul ke permukaan tanah. Tehnik ini sebaiknya dilakukan pada akhir musim kemarau agar sebelum musim hujan berakhir bibit sudah dapat dipisahkan dari pohon induknya untuk ditanam kembali dari satu cabang yang dirundukkan.

2. Tehnik Common Layerage

Tehnik common layerage dilakukan dengan menanam bagian ujung cabang, tetapi pucuknya dibiarkan muncul ke permukaan tanah. Tehnik ini dilakukan untuk memperbanyak tanaman apel dan mawar pagar. Caranya, buat lubang sedalam 10-20 cm di bawah cabang yang dirundukkan. Setelah itu, cabang ditarik ke bawah sampai bagian ujungnya menjangkau dasar lubang. Agar cabang tidak kembali ke posisi semula, tahan dengan sebilah bambu atau kawat yang dilengkungkan. Sebelum ditutup tanah, bagian cabang yang ditanam sebaiknya dilukai terlebih dahulu untuk merangsang titik-titik tumbuh akar. Tehnik ini hanya menghasilkan satu tanaman baru dari satu cabang yang dirundukkan.

3. Tehnik Trench Layerage

Tehnik trench layerage dilakukan dengan menanam cabang tanaman ke dalam lubang yang dibuat memanjang seperti parit (trench). Tehnik ini sering dilakukan untuk memperbanyak batang bawah apel, azalea, serta mawar. Caranya, buat lubang sedalam 5-12,5 cm di bawah cabang yang dirundukkan. Kemudian cabang dirundukkan memanjang memanjang di dasar lubang. Agar cabang tidak muncul ke atas permukaan tanah, bagian ujung dan pangkal cabang yang menyentuh tanah ditahan menggunakan sebilah bambu atau kawat yang dibengkokkan. Sementara itu, pucuk cabang dengan beberapa lembar daunnya dibiarkan tetap diatas permukaan tanah, lalu cabang ditutup dengan tanah. Biasanya dari setiap ruas cabang yang ditanam akan muncul beberapa tunas baru. Setelah perakarannya tumbuh banyak, ruas-ruas cabang yang telah bertunas dipotong-potong dan ditanam kembali. Karena menghasilkan banyak tunas yang berbaris di sepanjang lubang maka tehnik ini sering juga disebut tehnik continuous layerage.

4. Tehnik Compound Layerage

Tehnik ini mirip dengan trench layerage, tetapi bagian cabang yang ditanam tidak seluruhnya, hanya di beberapa tempat di satu cabang yang ditutup dengan tanah sehingga cabang tanaman berselang-seling berada di dalam dan diatas tanah. Di bagian cabang yang muncul diatas tanah akan tumbuh tunas-tunas baru, sementara itu, akar tumbuh di bagian cabang yang tertutup tanah. Di luar negeri, tanaman anggur banyak diperbanyak dengan cara ini. Cabang rundukan dipotong jika perakarannya telah cukup banyak dan tunas-tunasnya telah tumbuh subur. Kemudian bibit dipotong di dalam pot, polibag atau dapat langsung ditanam di kebun secara individual. Tehnik ini menghasilkan dua atau lebih tanaman baru dari satu cabang yang dirundukkan.

Untuk semua tehnik yang digunakan, tanah tempat menanam rundukan cabang harus subur dan gembur agar pertumbuhan akar dan tunas semakin cepat. Oleh karena itu, media untuk menutup cabang berupa campuran tanah topsoi dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1. selain itu, tambahkan zat perangsang tumbuh (ZPT) dan NPK sebanyak 1 sendok makan/kg media.

Jika ZPT yang digunakan berbentuk bubuk seperti Rootone-F, beri sedikit air terlebih dahulu lalu diaduk sampai menjadi pasta. Setelah itu, oleskan ke bagian cabang yang dirundukkan. Jika ZPT yang digunakan berbentuk cairan seperti Atonik atau Florita, cara pemberiannya adalah dengan menyemprotkannya secara rutin seminggu sekali ke bagian tanah yang menutupi cabang dengan dosis 1-2 cc/liter air. Lakukan penyiraman 1-2 hari sekali agar media rundukan tetap terjaga kelembabannya.

Sumber :

Redaksi Agromedia. 2007. Kunci Sukses Memperbanyak Tanaman. Agromedia Pustaka. Jakarta. Cet. Ke-3 2008.

[]


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: